Sial bagi Avan, karena ia harus keluar saat waktu tersisa satu menit. Pasalnya, dia mengalami cedera kaki kiri. Situasi ini dimanfaatkan Prawira. Saat waktu tersisa 26 detik, Firdhan mencetak satu poin lewat layup untuk unggul 13-11 atas Satria Muda. Laga ditutup dengan skor 17-13 untuk keunggulan Prawira.
Prawira berhasil bangkit di turnamen ini. Pasalnya pada seri pertama di Tangerang, mereka hanya menang satu kali dari tiga pertandingan (1-3). Sehingga Prawira tidak lolos dari babak penyisihan grup.
Kemudian mereka melakukan rotasi dengan memasukkan M. Fhirdan Guntara menggantikan Bryan Adha Elang Praditya. Akhirnya mereka berhasil menjadi juara seri kedua. Prawira memenangkan empat dari lima pertandingan, termasuk mengalahkan Satria Muda di final.
