Pratinjau Maroko vs Mali, siapa yang pantas menjaga gengsi Afrika

Preview Maroko vs Mali, siapa pantas jaga gengsi Afrika

Formulanya adalah dengan menempatkan lima gelandang dalam formasi 4-2-3-1. Di sini, Coulibaly akan kembali menempatkan gelandang tengah Hamidou Makalao dan Sekou Kone sebagai jantung permainan Elang Muda. Sejauh ini duo gelandang tengah tersebut efektif mengatur tempo permainan.

Untuk lini pertahanan, Issa Traore dan Baye Coulibaly akan kembali menjadi dua palang pintu pelindung kiper Bourama Kone yang baru kebobolan dua gol. Mereka akan diapit oleh Moussa Traore dan Souleymane Sanogo di sayap kiri dan kanan pertahanan Mali.

Jika duet Issa Traore-Baye Coulibaly kuat menjaga lini belakang, maka gelandang dan striker Mali sangat tajam dalam membentur lawan. Mereka telah menjebol gawang lawan sebanyak 13 kali. Karena itulah kemungkinan besar mereka akan kembali sebagai starter.

Namun, Coulibaly masih tanpa striker Mamadou Doumbia yang dilarang bermain tiga pertandingan akibat kartu merah saat Mali kalah 0-1 dari Spanyol di fase grup.

Sebaliknya, Ibrahim Kanate akan kembali menjadi ujung tombak serangan Mali yang diapit oleh Mahammoud Barry di sayap kiri dan Ibrahim Diarra di kanan, sedangkan Ange Martial Tia tepat di belakangnya.

Keempat pemain tersebut setidaknya telah mencetak dua gol. Mahamoud Barry mencetak tiga gol, sama dengan Mamadou Doumbia. Diarra dan Kanate telah mencetak dua gol, sedangkan Martial Tia telah mencetak satu gol, sama dengan gelandang Hamidou Makalou dan Ousmane Thiero.

Lebih defensif

Menghadapi lawan yang memiliki pemain haus gol seperti itu, Maroko kemungkinan besar akan mengambil pendekatan yang lebih fokus pada bagaimana mengamankan gawang dari teror lini depan Mali.

Pelatih asal Maroko Said Chiba akan memberikan perlindungan ekstra untuk pertahanan Young Atlas Lions, seperti saat mereka mengalahkan Iran 1-1 pada laga 16 besar yang mereka menangi melalui adu penalti.

Chiba kemungkinan akan menurunkan lima gelandang dengan orientasi lebih bertahan dibandingkan yang digunakan Soumaila Coulibaly untuk Mali. Maroko juga akan cenderung mengandalkan serangan balik

Dalam sistem ini, Ayoub Chaikhoun dan Mohamed Amine Katiba akan lebih berperan sebagai gelandang bertahan yang melapisi duet bek tengah, Saifdine Chlaghmo dan Abdelhamid Ait Boudlal, sebelum Mali bisa mengganggu kiper Taha Benrhozil.

Duo bek sayap Fouad Zahaouni dan Hamza Koutoune akan menjadi dua pemain Maroko yang paling merepotkan.

Selain harus menahan gempuran serangan sayap Mali, mereka harus kreatif membuka saluran serangan dari sayap agar Mohamed Hamony yang eksplosif di sayap kiri dan Naoufel El Hannach di sayap kanan bisa maksimal memimpin Maroko. untuk memanfaatkan peluang yang mungkin sedikit tetapi cukup untuk memberikan keunggulan pada tim mereka.

Satu gol sudah cukup bagi Maroko. Dan ini akan menjadi tugas utama Anas Alaoui atau Zakaria Ouzane yang kemungkinan akan menjadi ujung tombak serangan Maroko.

Sebenarnya cukup sulit untuk memprediksi hasil akhir pertandingan ini. Mali mungkin menjadi tim paling eksplosif selain Argentina, namun Maroko adalah tim yang tak mudah dijarah lawan. Satu hal yang harus dihindari Mali adalah tidak membiarkan Maroko membawa laga ini ke adu penalti.

Jika itu terjadi, mimpi buruk akan menimpa Mali. Bukan hanya karena Maroko baru saja menyingkirkan Iran lewat adu penalti, tapi juga karena Mali sendiri tersingkir oleh tim yang sama lewat adu penalti, di semifinal Piala Afrika U-17 2023.

Pemenang laga ini akan menghadapi Uzbekistan atau Prancis, pada babak semifinal di Stadion Manahan, Solo, 28 November.

HAK CIPTA © ANTARA 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *