“Setiap kompetisi berbeda. Olahraga ini bersifat terbuka sehingga akan selalu ada kondisi berbeda, cuaca berbeda, trek berbeda, suhu air berbeda.
“Tetapi semua kondisi itu dirasakan oleh kesembilan perahu yang berlaga di final. Ada yang tampil bagus, ada pula yang kurang. Dan memang benar kami masih harus berbenah untuk kualifikasi Asia.”
Sang pelatih juga mengapresiasi upaya kedua atletnya dalam mempertahankan level performanya sejak Asian Games terakhir yang mereka ikuti di Jakarta-Palembang.
Namun, negara-negara lain tidak berhenti memperbaiki catatan waktunya.
“Yang perlu ditekankan lagi adalah harus lebih banyak diadakan kompetisi internasional untuk mendapatkan pengalaman dan pemusatan latihan di luar untuk melihat dan bertemu orang lain,” kata Kraitor.
“Karena terlalu lama berada di rumah akan menjadi zona nyaman,” ujar sang pelatih.
Riska akan bertanding di nomor kano 200m tunggal putri pada Selasa, dan kembali berduet dengan Nur di nomor ganda 200m putri di hari yang sama.
“Sebenarnya peluang kami ada di jarak 500m, tapi beberapa bulan terakhir kami bertemu mereka (lawan) di kejuaraan dunia, dan memang kami sudah berada di posisi terbawah, agak sulit untuk turun di nomor 500m,” ucap Riska.
Baca juga: Riska Andriyani Amankan Tiket Final Kano Tunggal 200 Meter Putri
Wartawan : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Redaktur: Irwan Suhirwandi
HAK CIPTA © ANTARA 2023
