Klinsmann mempertaruhkan segalanya untuk membawa Korea Selatan menjuarai Piala Asia

Klinsmann pertaruhkan segalanya untuk bawa Korsel juarai Piala Asia

Korea Selatan mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022 di bawah asuhan Bento, sebelum kalah 1-4 dari Brasil. Namun, timnas Korea Selatan bermain lebih fungsional dibandingkan menghibur.

Klinsmann adalah pelatih dengan pola pikir lebih menyerang, dan mendorong para pemain mudanya untuk bermain lebih berani, lebih mengekspresikan diri, dan berkembang lebih cepat.

“Menurutku, contoh terbaik adalah Kang-in. “Dengan Kang-in sekarang, dibandingkan enam bulan lalu, Anda memiliki ritme permainan yang sangat berbeda dengan kualitasnya,” kata Klinsmann.

Baca juga: Profil Lawan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

Timnas Korea Selatan memenangkan enam pertandingan terakhirnya, mencetak 20 gol dan tidak kebobolan.

Namun Klinsmann menjadi sasaran kritik dari pihak-pihak yang menuduhnya terlalu banyak menghabiskan waktu di luar negeri dan mengabaikan Liga Korea.

Dia berargumen bahwa dia adalah pelatih internasional, dan berulang kali menolak seruan untuk mengubah pendekatannya.

Rekor buruk Korea Selatan di Piala Asia menjadi anomali bagi tim yang sudah sepuluh kali tampil di Piala Dunia.

Mereka kalah dari tuan rumah Australia di final 2015, dan kemudian disingkirkan Qatar di perempat final empat tahun kemudian.

Korea Selatan akan mengawali perebutan gelar juara di Qatar dengan menghadapi Bahrain Senin (15/1) mendatang. Malaysia dan Yordania juga berada dalam kelompok yang sama, yang seharusnya bisa dikendalikan dengan mudah oleh Korea Selatan.

Siapapun lawan yang dihadapi, pesan Klinsmann kepada para pemainnya akan tetap sama, yakni membawa pulang Piala Asia.

“Saya yakin dengan tim Korea ini, mereka bisa mewujudkannya karena kami punya banyak kualitas dengan banyak pemain bagus. Kami mampu memenangkan turnamen ini. “Dibutuhkan banyak kerja keras, banyak momen spesial, tapi jelas itu bisa dilakukan,” kata Klinsmann.

Baca juga: Mitoma Masuk Skuad Jepang untuk Piala Asia Meski Masih Cedera

Wartawan : A Rauf Andar Adipati
Redaktur: Irwan Suhirwandi
Hak Cipta © ANTARA 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *