Pada pertengahan tahun 2023, Gelora Bung Karno menarik 139.032 penonton bola basket nasional dan internasional. Jika ditambah tamu, sponsor, dan undangan FIBA, total penonton Indonesia Arena Piala Dunia FIBA 2023 mencapai 150 ribu orang.
Pertandingan bola basket sekelas NBA sukses dibawakan ke Indonesia Arena dengan beberapa kali stadion indoor dipenuhi penonton pada pertandingan besar. Para pemain NBA dari tim Kanada, Prancis, Spanyol dan lainnya menjadi magnet penonton yang memenuhi setiap kursi di Indonesia Arena.
Belum lagi ribuan warga Latvia yang terbang puluhan jam dari negaranya ke Indonesia untuk menyaksikan Piala Dunia FIBA 2023. Diselenggarakannya piala dunia bola basket juga berdampak pada peningkatan perekonomian Indonesia selama dua minggu kompetisi berlangsung.
Faktanya, Piala Dunia FIBA 2023 di Indonesia disebut-sebut menjadi yang terbaik dari segi jumlah penonton pertandingan fase grup. FIBA pun mendapat apresiasi dari Indonesia. Bahkan, totalitas pelayanan yang diberikan Indonesia kepada seluruh pihak yang terlibat di Piala Dunia FIBA 2023 menjadi standar baru penyelenggaraan kompetisi internasional tersebut, seperti diungkapkan Direktur Jenderal Media dan Pemasaran FIBA Frank Leenders.
“Saya sangat menikmati keramahtamahan yang luar biasa dan penyelenggaraan Piala Dunia yang luar biasa di Jakarta ini. Anda menetapkan sejumlah standar baru,” kata Leenders memuji
Kerjasama internasional
Setelah prestasi dan terselenggaranya kompetisi dunia, bola basket Indonesia pun mendapat angin segar dengan adanya kerjasama baru dengan negara-negara yang telah maju olahraga bola basketnya.
Pertama, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) menjalin kerja sama dengan Federasi Bola Basket Lithuania (LTU). Negara kecil di Benua Eropa ini menjadi tim peringkat keenam dalam catatan prestasinya di Piala Dunia FIBA 2023. Meski jumlah penduduknya tak lebih dari 2,1 juta jiwa, Lithuania tak pernah keluar dari peringkat 10 besar dunia FIBA dalam beberapa tahun terakhir.
Kerjasama Perbasi dan LTU adalah untuk mengembangkan pemain muda. Perbasi berkomitmen untuk membangun Tim Bola Basket Nasional yang berprestasi di masa depan dengan melatihnya sejak usia muda. Bahkan, Perbasi juga berencana mengirimkan sejumlah siswa SMA untuk belajar basket di sekolah basket Lithuania.
Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih mengatakan kerja sama pembinaan pemain basket muda ini ditargetkan lima hingga 10 tahun ke depan, dengan tujuan membentuk tim basket nasional generasi emas di masa depan.
Tak hanya Perbasi, lembaga penyelenggara turnamen bola basket Indonesia, Indonesia Basketball League (IBL), juga menjalin kerja sama dengan penyelenggara turnamen bola basket B.League Jepang yang akan digelar pada akhir tahun ini.
IBL yang baru saja mengubah format kompetisi bola basket menjadi sistem pertandingan kandang dan tandang, banyak mengadopsi pembelajaran dan pengalaman baik yang telah dilakukan B.League Jepang untuk diterapkan di Indonesia.
Berbeda dengan sistem seri kompetisi di sejumlah kota pada tahun 2023, IBL 2024 akan menerapkan sistem kompetisi dengan pertandingan kandang dan tandang seperti NBA sepanjang musim. B.League Jepang merupakan penyelenggara turnamen yang sudah lama menerapkan sistem ini, dan IBL akan mengambil berbagai pengalaman baik untuk membuat kompetisi liga semakin seru. IBL musim 2024 dengan segala peraturan barunya menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh insan basket Indonesia.
Redaksi : Slamet Hadi Purnomo
Hak Cipta © ANTARA 2023
