Wout Van Aert mengalami patah tulang selangka dan tulang rusuk akibat kecelakaan tersebut

Wout Van Aert cedera patah tulang selangka dan rusuk akibat kecelakaan

Van Aert, menyadari bahwa ia telah memasuki masa senja karirnya, memutuskan untuk menargetkan balapan yang monumental. Dimulai dengan Paris-Roubaix, Tour de Flanders, Giro dan Olimpiade di Paris pada bulan Juli.

“Selalu berada di zona nyaman adalah hal yang paling mudah, namun kenyataannya saya belum pernah menjuarai Rounde (Flanders) dan Roubaix,” kata Van Aert saat meninggalkan pemusatan latihan Visma di Tenerife, Spanyol, awal Maret lalu.

“Kehilangan balapan Strade Bianche dan Milan-San Remo adalah keputusan yang sulit,” ujarnya tentang dua balapan yang sudah dimenangkannya.

Van Aert akan menjadi salah satu kandidat peraih medali emas pada dua kategori lomba Olimpiade 2024, yakni individual time trial dan lomba lari 273 kilometer di Paris.

Balapan hari Rabu dimenangkan oleh rekan setim Van Aert, Matteo Jorgensen, yang sebelumnya memenangkan balapan Paris-Nice pada awal Maret.

Baca juga: Van Aert juara etape kedelapan Tour de France

Baca juga: Philipsen Akui Kekuatan Van Aert Usai Selebrasi Singkat di Etape Keempat

Baca juga: Van Aert memperlebar jarak dengan kemenangan di etape empat Tour de France

Wartawan : A Rauf Andar Adipati
Redaktur: Alviansyah Pasaribu
Hak Cipta © ANTARA 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *