
Jakarta (ANTARA) – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menyelesaikan kursus penilaian wasit gelombang kedua.Seperti dilansir keterangan resmi PSSI, Kamis, kursus penilaian wasit merupakan latihan yang digunakan untuk memperkenalkan sistem wasit yang nantinya akan diterapkan di Liga Indonesia.
“Saya berpesan kepada para penilai wasit, laporan yang ditulis hanya untuk konsumsi mereka sendiri dan untuk komite wasit dan tidak boleh disebarluaskan kemana-mana. Kita perlu melindungi wasit. Kedua, mereka harus berhati-hati dan konsentrasi pada tugasnya. Saya berharap itu Usai kursus, para penilai wasit ini bisa terus berlatih dengan komputer dan sistem rujukan, kata Wakil Ketua PSSI Ratu Tisha Destria.
Kursus pelatihan wasit gelombang kedua dimulai pada 26 hingga 29 Februari 2024. Sedangkan gelombang pertama berlangsung pada 22-25 Februari 2024.
Dalam kegiatan tersebut, para asesor wasit juga mendapat bimbingan melalui zoom meeting dan dipandu oleh Raymond Olivier (Instruktur Wasit AFC) dan Jeremy Kerner (CEO Sports Fusion).
Pada hari terakhir kursus, materi yang disampaikan meliputi analisis pertandingan, membuat laporan insiden yang dikonfirmasi untuk pembuktian lebih lanjut. Laporan yang diperoleh berupa Google Form. Kemudian setelah itu dilakukan sharing evaluasi mengenai sistem wasit selama jalannya pertandingan.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Rudi Yulianto berharap para wasit asesor bisa terus belajar dan mengenal sistem komputer yang digunakan sebagai operator di liga selepas kursus.
“Saya berharap apa yang diberikan instruktur selama beberapa hari ini, para asesor wasit bisa cepat beradaptasi dengan sistem rujukan. Karena sekarang eranya digitalisasi,” kata Rudi Yulianto.
Baca juga: Enam Orang Telah Selesaikan Tahap Pertama Kursus dan Seleksi Asesor Wasit
Baca juga: PSSI Targetkan Pemilihan Asesor Wasit Capai Standar Liga Inggris
Wartawan : Fajar Satriyo
Redaktur: Irwan Suhirwandi
Hak Cipta © ANTARA 2024

