:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4715408/original/084564200_1705210910-20240114-Lisa_Rumbewas-AFP_6.jpg)
Namun, di balik gemilang prestasi Lisa Rumbewas di kompetisi Olimpiade, lifter putri kebanggaan Merah Putih itu ternyata mengidap penyakit epilepsi.
Penyakit tersebut bahkan membuatnya tak sadarkan diri saat menerima medali Olimpiade Beijing dari Erick Thohir yang sebelumnya menjabat Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
Lisa tiba-tiba kehilangan kesadaran di atas panggung tak lama setelah upacara penyerahan medali. Alhasil, ia langsung digendong ke pinggir panggung untuk menenangkan diri, sementara sang ibu, Ida Korea, mewakili sang anak untuk menerima apresiasi simbolis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Menurut penuturan ibu Lisa saat itu, perubahan emosi mendadak yang dialami putrinya berpotensi menyebabkan penyakit epilepsinya kambuh. Hal serupa diklaim terjadi pada Olimpiade 2004 di Athena.
“Terima kasih. Lisa tidak bisa menahan emosinya karena tidak menyangka bisa mendapatkan medali ini. Kalau perubahan emosinya tiba-tiba, penyakit epilepsinya akan kambuh lagi,” kata Ida seperti dilansir dalam laporan tersebut. Liputan6.com pada tanggal 4 Desember 2017.
“Saat dia (Lisa Rumbewas) di Athena (Olimpiade 2004), dia juga berkompetisi seperti ini,” lanjut ibunda Lisa yang juga dikenal sebagai atlet angkat besi itu.

